Resepsi HUT RI yang diadakan Pandawa Bhakti Wanasri, Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Banyumas (Foto: MS Ihsan)

Resepsi HUT RI yang diadakan Pandawa Bhakti Wanasri, Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Banyumas (Foto: MS Ihsan)

 

Cingebul.desa.idAgustusan menjadi kegiatan yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat Desa Cingebul maupun masyarakat Wanasri. Berbagai macam dan bentuk kegiatan banyak dilaksanakan di berbagai wilayah dalam rangka untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Hal ini membuat Bulan Agustus menjadi bulan yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Wanasri sendiri diprakarsai oleh Pemuda-pemuda Wanasri yang tergabung dalam Karang taruna Pandawa Bhakti. Berdasarkan keterangan panitia, rangkaian kegiatan dimulai dari pelaksanaan lomba-lomba pada minggu 14 Agustus dan ditutup dengan malam resepsi kemerdekaan pada hari sabtu 20 Agustus 2016.

“Keinginan kami, kegiatan Agustusan tahun ini dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk itu kita dari Pandawa Bhakti berusaha menambahkan sentuhan-sentuhan pendidikan dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.” tutur Kang Juni Sukoyo, selaku ketua Pandawa Bhakti.

Ditemui pada waktu yang berbeda, panitia perlombaan, Wafa menyebut kegiatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dari biasanya seperti lomba balap karung, lomba balap egrang, tarik tambang, dll.
Namun saja, pada tahun ini terdapat tambahan mata lomba yang diadakan untuk santri Madrasah Diniyah Nurul Huda Wanasri. Ini menjadi sesuatu yang baru dan pertama kalinya Pandawa Bhakti bekerja sama dengan pihak Madrasah kaitannya dengan lomba Agustusan.

Suasana lomba hafalan doa sehari-hari, hafalan suratan pendek, hafalan ‘Aqidatul ‘Awam, hafalan hidayatu sibyan, di Maddin Wanasri. (Foto: MS Ihsan)

Suasana lomba hafalan doa sehari-hari, hafalan suratan pendek, hafalan ‘Aqidatul ‘Awam, hafalan hidayatu sibyan, di Maddin Wanasri. (Foto: MS Ihsan)

 

Adapun mata lomba yang diadakan untuk santri-santri Madin Nurul Huda pun tidak lepas dari materi-materi pembelajaran di lingkup pendidikan Madin, seperti lomba hafalan doa sehari-hari, hafalan suratan pendek, hafalan ‘Aqidatul ‘Awam, hafalan hidayatu sibyan, dan sebagai bentuk kepedulian Pandawa Bhakti pada budaya santri mengenakan sarung maka diadakan lomba memakai sarung dengan berjalan.

Serangkaian kegiatan perlombaaan untuk santri ini ditanggapi positif oleh Kepala madrasah serta guru-guru Madin Nurul Huda. Kepala Madin sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Pandawa Bhakti, bahkan secara pribadi beliau mengaku siap untuk mendukung penuh setiap kegiatan-kegiatan positif Pandawa Bhakti.

Sementara, Juni Sukoyo menjelaskan, disatu sisi, kegiatan ini adalah suatu kerjasama antara pihak pemuda dan pihak madrasah. Juni Sukoyo juga menyebut bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan timbal balik kepada Madin Nurul Huda Wanasri yang notabene-nya merupakan tempat dimana anggota Pandawa Bhakti pernah belajar. (MS. Ihsan)

*Penulis adalah Pengurus Karang Taruna Pandawa Bhakti, Wanasri Desa Cingebul. Aktif di Kopkun Institute dan Dewan Koperasi Daerah Kabupaten Banyumas.