Sejumlah petani tengah matun, sebagian lainnya baru selesai tanam padi (Foto: Ridlo S/cingebul.desa.id)

Sejumlah petani tengah matun, sebagian lainnya baru selesai tanam padi (Foto: Ridlo S/cingebul.desa.id)

Cingebul.desa.id – Badai el nino yang diperediksi bakal terjadi hingga Februari nanti menyebabkan musim hujan di sejumlah wilayah Banyumas, Jawa Tengah mundur dan tak merata. Curah hujan amat minim sehingga menyebabkan sulitnya pengolahan lahan.

“Ini juga terjadi di Cingebul. Kami mengalami kesulitan saat pengolahan lahan. Air tidak cukup untuk men-traktor (membajak-red) sawah,” kata Perangkat Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Mustofa, Selasa (5/1).

Akibatnya, kata Mustofa, ada sebagian yang sudah matun, namun ada pula yang baru menanam padi. Yang terparah, di daerah degrig (tinggi) sawah tak bisa diolah sehingga hingga saat ini belum tanam.

“Kali yang biasanya ada airnya juga tidak mengalir. Jadi kami tidak bisa menggunakan mesin air,” katanya.

Padahal, pada Januari ini, sesuai kalender pertanian, seluruh wilayah Banyumas  mastinya sudah selesai tanam. Dengan demikian, pada Meret  atau awal April, seluruh wilayah sudah panen masa pertama.

Sementara, Kepala Desa Cingebul, Khusnadin mengatakan pihak desa sudah melakukan sejumlah koordinasi dengan para Ketua Gabungan Kelompok Tani tingkat desa dan dusun untuk mempercepat tanam. Hal ini untuk mengantisipasi kurangnya arir pada musim tanam kedua yang dijadwalkan dimulai pada awal April 2016.

“Kami mendorong agar petani cepat bisa menanam. Ada mesin air yang bisa digunakan. Silahkan dipakai agar pertanian tak terhambat,” jelas Khusnadin.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Banyumas, Tjutjun Sunarti Rochidie mengatakan, minimnya curah hujan sebenarnya sudah diprediksi. Untuk itu ia minta agar petani di Banyumas segera menanam agar nantinya masih cukup air untuk masa tanam kedua.

“Musim hujan 2016 ini diprediksi waktunya normal. Jadi masa tanam kedua tetap bisa normal. Cuma, karena musim hujan mundur, harusnya masa tanam pertama cepat dan serentak,” jelas Tjutjun. (Admin-R)