Desa Cingebul Terpilih Menjadi Desa Migran Produktif (Desmigratif) 2019

CINGEBUL.DESA.ID – Program nasional Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia ini dimulai pertama kali pada tahun 2016, secara bertahap hingga sekarang sudah dibentuk 400 Desmigratif di seluruh Indonesia. Desa-Desa yang dipilih adalah kantung Pekerja Migran Indonesia di mana warga desa tersebut banyak yang bekerja ke luar negeri pada sektor informal.

Desmigratif terfokus pada program 4 pilar pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pertama Layanan Migrasi, Kedua Usaha Produktif, Ketiga Community Parenting, dan Keempat Lembaga Usaha.

Guna mengawal program Desmigratif di Desa Cingebul, yang dibentuk tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan merekrut dua orang Petugas dari warga desa setempat; yakni Diaz Syahidan dan Roikhatul Jannah. Tanggal 3–9 September 2019 lalu mereka diikutsertakan pada Peningkatan Kapasitas Petugas Desmigratif di Jakarta, pesertanya berasal dari seluruh Indonesia.

Pilar pertama Layanan Migrasi dalam hal ini termasuk mendata semua warga Desa Cingebul baik itu yang akan berangkat, sedang bekerja dan purna PMI. Pada pilar ini juga membuka pelayanan migrasi aman di Kantor Pemerintah Desa Cingebul cq. tata cara bekerja ke luar negeri yang sesuai regulasi, advokasi kasus PMI bermasalah dan juga pelayanan informasi lowongan kerja dalam & luar negeri.

Dalam rangka menggerakkan pilar Kedua Desmigratif; Usaha Produktif, maka dibentuklah Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang terbagi menjadi dua kelompok, anggotanya masing-masing 20 orang warga Desa Cingebul. Mayoritas anggota TKM merupakan purna PMI.

Kelompok TKM 1 jenis usahanya adalah kerajinan dari bahan baku kayu dan bambu, diberi nama TKM Srikandi. Kelompok ini telah mengikuti kegiatan pembekalan serta pelatihan kewirausahaan tanggal 14–16 November 2019 di Aula Dinakerkopukm Banyumas.

Sedangkan pembekalan dan pelatihan kewirausahaan pada Kelompok TKM 2, di mana jenis usahanya adalah pengolahan aneka kerupuk dan diberi nama TKM Barokah, dilaksanakan tanggal 19–21 November 2019.

Pasca pembekalan dan pelatihan kewirausahaan kepada kedua kelompok TKM Usaha Produktif, Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan hibah berupa alat produksi kepada masing-masing kelompok guna menunjang operasional usaha.

Suyati dari Kelompok TKM Barokah menyambut positif program ini. “Kami dari purna PMI merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kepedulian pemerintah dalam memberdayakan PMI. Harapan kami semoga dengan adanya usaha kelompok TKM ini bisa mengentaskan pengangguran dan meningkatkan ekonomi di desa kami,” ungkap Suyati.

Kepala Desa Cingebul, Sugeng Riyadi, sangat berterimakasih sekali kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan serta dibantu Dinas Tenaga Kerja, Koperasi & UKM (Dinakerkopukm) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Saya selaku Kepala Desa serta Pemerintah Desa Cingebul sangat mendukung penuh kegiatan tersebut, utamanya segala bentuk pemberdayaan pada Program Desmigratif, dan tentu harus didukung semua pihak, khususnya warga Desa Cingebul. Dengan adanya pelatihan usaha dari Dinakerkopukm Banyumas kepada 2 kelompok TKM ini, kami harap bisa mendorong kemandirian usaha, meningkatkan perekonomian warga Desa Cingebul menjadi lebih baik lagi, serta menekan ketergantungan menjadi PMI ke luar negeri,” ujar Sugeng Riyadi. (/Bastyo)

Komentar